Error
  • SERVER_CONNECT_FAILED, failed to open stream: php_network_getaddresses: getaddrinfo failed: Name or service not known
Close
< June 2018 >
Mon
Tue
Wed
Thu
Fri
Sat
Sun
 
 
 
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
 

Stock Index
Bahana Securities

23 Jun 2018 | 07:19 WIB
INDEX
SCORE
POIN
%
COMPOSITE
6.067,087
52,268
0,869%
Last 1 day
IDX30
526,492
3,551
0,679%
Last 1 day
MBX
1.718,699
17,373
1,021%
Last 1 day
DBX
964,133
-1,999
-0,207%
Last 1 day
KOMPAS100
1.248,419
12,390
1,002%
Last 1 day
BISNIS-27
530,769
4,503
0,856%
Last 1 day

Currencies
Bahana Securities

23 Jun 2018 | 07:19 WIB
KURS
BUY
SELL

Incar Rp 4 Triliun, Waskita Beton Jual Saham Rp 400-500 per Lembar

Detik.com, Jakarta - PT Waskita Beton Precast Tbk menawarkan harga saham perdana dalam Initial Public Offering (IPO) di kisaran Rp 400-500 per lembar saham. Anak usaha Waskita Karya ini menawarkan 10.544.463.000 lembar saham ke publik atau setara dengan 40% modal ditempatkan dan disetor penuh setelah penawaran umum.

Waskita Beton Precast menunjuk tiga penjamin pelaksana emisi efek, yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas. Public expose dan due diligence meeting dijadwalkan berlangsung pada 10 Agustus 2016 sedangkan penawaran awal (book building) pada 10-26 Agustus 2016. Dana yang ditargetkan terkumpul pada penawaran umum saham perdana ini sekitar Rp 5,2 triliun.

Dana yang didapatkan dari penawaran saham umum perdana kali ini akan digunakan perseroan untuk tambahan capital expenditure (capex) dan tambahan modal kerja.

"Target IPO 40% atau minimal Rp 4 triliun. Kita tawarkan Rp 400-Rp 500 per lembar saham," jelas Direktur Utama Jarot Subana saat penawaran saham perdana di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta, Rabu (10/8/2016).

Dana yang didapatkan perseroan dari IPO akan digunakan perseroan sebesar 44% untuk capital expenditure (capex) atau belanja modal dan sebesar 56% untuk tambahan modal kerja.

Setelah berhasil mencatatkan namanya di papan Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan akan membangun total 4 pabrik tambahan pembuatan beton yang dimulai tahun ini sampai tahun 2017.

"Penggunaannya untuk tambahan modal kerja dan capex, 56% modal kerja dan capex 44%," kata Jarot.

Perseroan juga menargetkan produksi beton mencapai 3,2 juta ton di tahun saat 4 pabrik tambahan susah beroperasi. Saat ini perseroan memiliki 8 pabrik pembuatan beton di Indonesia.

❮ Back to previous page